HUT Ke-14 Kubu Raya, Inilah Harapan Muda Mahendrawan

Katalistiwa. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak seluruh masyarakat Kubu Raya untuk selalu optimistis meski di tengah pandemi yang penuh tantangan. Menurut Muda, dengan segala potensi yang ada, pemerintah daerah akan terus berupaya menyusun program kegiatan yang berorientasi pada kepentingan seluruh rakyat.

“Agar bisa mengurangi ketimpangan, kesenjangan sosial, mengurangi angka pengangguran, dan kemiskinan serta pemiskinan yang harus terus menerus kita lakukan bersama-sama seluruh desa yang ada di Kubu Raya,” ujarnya di Sungai Raya, Sabtu (17/7).

Menginjak usia 14 tahun, Kabupaten Kubu Raya, kata Muda, harus punya semangat juang yang tinggi. Sebab daerah termuda di Kalimantan Barat ini memiliki berbagai sektor yang potensial yang memajukan daerah.

“Kita punya semangat yang tinggi untuk terus berupaya dan berjuang keras agar daerah Kubu Raya yang memiliki luas wilayah 700 hektare, 9 kecamatan, 118 desa, dan 610 ribu penduduk serta 173 ribu rumah tangga dengan potensi pertanian yang luas, sungai yang mengitari, dan tentu perkebunan rakyat, peternakan, serta basis-basis ekonomi rumah tangga yang potensial untuk dikembangkan,” tuturnya.

Muda menegaskan, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kubu Raya tidak boleh menyerah dengan pandemi yang masih berlangsung. Dirinya mengajak seluruh masyarajat untuk terus antusias dan optimistis. “Yakinkan bahwa kita mampu menghadapi situasi ini dengan baik dan mengelola semua yang kita miliki secara potensi di Kabupaten Kubu Raya ini dan memberikan harapan masa depan yg lebih baik,” ujarnya.

Terkait hal itu, Muda mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara hingga di tingkat desa untuk terus bersinergi dan memaksimalkan apa yang dapat dilakukan.  “Mari sama-sama kepung bakol kita berjuang terus untuk memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari pengabdian besar kita untuk membuktikan bahwa Kubu Raya lahir sebagai kabupaten termuda di Kalimantan Barat namun dengan slogan dan spirit ‘dari Kubu Raya untuk Indonesia’ agar membuktikan bahwa Kubu Raya tidak hanya menjadi beban bagi republik ini tapi juga mampu dengan berbagai langkah gagasan terobosan yang nyata dengan upaya kerja keras masyarakat yang multietnis namun tetap mampu bersatu padu dengan berbagai perbedaan dan itu aset modal sosial,” paparnya. [sta]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *