WHO Kritik Vaksinasi Covid-19 Berbayar Di Indonesia

Katalistiwa. Pemerintah Indonesia berencana menjalankan rencana vaksin COVID-19 berbayar. Program yang disebut vaksinasi gotong royong individu ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan vaksinasi demi menekan laju wabah COVID-19.

Terkait hal tersebut, Kepala Unit Program Imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Ann Lindstrand mengatakan seharusnya tidak ada yang harus membayar untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Menurut Ann, semua orang harus bisa divaksinasi tanpa terikat kondisi ekonomi.

“Rencana vaksin berbayar bisa menimbulkan masalah etik dan akses, terutama dalam masa pandemi yang membutuhkan cakupan vaksin bisa mencapai kelompok berisiko tinggi,” kata Ann seperti dikutip dari situs resmi WHO pada Kamis (15/7).

“Hal yang terpenting adalah semua orang harus punya hak dan akses yang sama terhadap vaksin, terlepas masalah finansial,” lanjutnya.

Ann menyebut pemerintah Indonesia seharusnya tidak mengeluarkan banyak biaya karena skema internasional COVAX sudah menjamin dosis vaksin COVID-19 untuk sekitar 20 persen populasi. Selain itu, banyak bank dunia juga sudah memberi dukungan biaya untuk proses distribusi vaksin COVID-19.

“Jadi seharusnya tidak terlalu ada banyak pembiayaan,” ungkap Ann. [sta]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *