Soal PPKM Darurat, Pemuda Muhammadiyah: Usir Covid-19 Dengan Mematuhi Peraturan

Katalistiwa. Data yang dirilis tertanggal 14 Juli 2021 pemerintah Indonesia melaporkan 2.670.046 (50.517 kasus baru) yang terkonfirmasi kasus Covid-19, dan 69.210 (991 kasus baru) yang dinyatakan meninggal dunia, serta 2.157.363 dinyatakan sembuh dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Berdasarkan data tersebut tidak ada waktu lagi untuk kita lengah dan lalai dalam menerapkan berbagai anjuran dan aturan yang sudah dikampanyekan oleh pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh agama dan berbagai elemen yang saling bergotong royong dalam menghadapi pandemi ini.

Mulailah dari hal-hal sederhana dan disiplin menerapkan protokol kesehatan agar diri sendiri, keluarga, tetangga dan orang lain dapat terhindar dari bahaya Covid-19.

Sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM-D) diterapkan, hampir setiap hari berita duka hadir ditengah-tengah kita. Mulai yang dibagikan melalui pesan whattshaps group, twitter, facebook dan berbagai media lainnya.

Mulai dari kedua orang tua, saudara, paman, tante, keponakan, anak dan rekan–rekan lainnya, serta pahlawan yang bediri paling depan, yaitu tenaga kesehatan terpapar Covid-19 dan pergi meninggalkan kita semua.

Apakah kita masih ingin antrian berita duka ini terus hadir menghampiri?

Tentu semua kita akan menjawab dengan satu suara yaitu ‘Tidak’!

Saatnya kita berperan untuk menghentikan penularan Covid-19 agar orang-orang ynag kita sayangi tidak menjadi korban berikutnya.

Apa yang bisa kita lakukan?

Jawabnya adalah PPKM-D (Patuhi Peraturan Kunci Mengusir Covid-19).

Pertama adalah patuhi segala himbauan, intruksi, kampanye dan berbagai gerakan dalam menjalankan protokol kesehatan.

Kedua, ikut mengkampanyekan peraturan, himbauan, dan intruksi baik dari pemerintah maupun organisasi masyarakat dalam menjalakan protokol kesehatan seperti selalu mencuci tangan pakai sabun, memakai masker yang standar, menjaga jarak agar tidak terkena droplet, mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada hal yang mendesak atau penting dan saling menjaga serta peduli pada tetangga.

Ketiga, yaitu mempraktekkan segala himbauan, intruksi, dan peraturan yang telah ditetapkan demi kebaikan bersama.

Ketiga langkah tersebut adalah kunci untuk mengusir Covid-19 agar pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa beraktivitas seperti beberapa tahun yang lalu.

Kunci berikutnya adalah vaksin, ikhtiar yang sangat strategis saat ini adalah mengikuti program vaksinasi yang telah diluncurkan oleh pemerintah, menurut data per 3 juli 2021 bahwa jumlah masyarakat Indonesia lebih dari 45 juta dosis vaksin sudah diberikan.

Lebih dari 31,5 juta orang telah menerima dosis pertama dan 14 juta diantaranya sudah mendapatkan dosis kedua.

Pemuda Muhammadiyah mendukung penuh program vaksin yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada kegiatan Vaksinasi Lintas Agama yang dilaksanakan pada 15-17 Juli 2021 di Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Kegiatan ini adalah kerjasama antara Muhammadiyah dengan Kementrian Kesehatan Indonesia. Pada hari pertama, Kamis (15/7), sudah 1.144 orang yang mendapatkan vaksin.

Masih ada dua hari lagi, maka bersegeralah untuk daftar dan mendapatkan giliran vaksin lintas agama bersama Muhammadiyah. [ben/***]

Nurhadianto
Penulis adalah Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat, sekaligus Kandidat Doktor di Universitas Negeri Yogyakarta dan Dosen IKIP PGRI Pontianak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *