Inilah Ciri-Ciri Gejala Jantung Koroner, Wajib Anda Ketahui

Katalistiwa. (PJK) adalah jenis penyakit jantung yang paling sering terjadi. Sayangnya, masih sedikit orang yang tahu tentang gejala jantung koroner. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui apa saja gejala penyakit jantung koroner. Semakin cepat penyakit dideteksi dan mendapatkan penanganan yang efektif, semakin besar pula kemungkinannya untuk sembuh.

Ciri-ciri dan gejala penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di jantung akibat penumpukan plak. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari gejala jantung koroner yang mungkin Anda miliki.

Dilansir dari helosehat.com ada 4 gejala jantung koroner, yaitu.

1. Nyeri dada (angina)

Angina adalah nyeri dada yang terjadi ketika area otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Angina akan terasa seperti dada sedang ditekan atau diremas kuat-kuat. Biasanya, hal ini akan dirasakan ketika Anda terlalu banyak beraktivitas.

Angina atau nyeri dada yang muncul sebagai gejala dari penyakit jantung koroner ini akan terasa pada dada sebelah kiri atau bagian tengah. Kondisi ini juga bisa muncul jika dipicu oleh stres, baik fisik maupun emosi.

Namun, rasa sakit di bagian dada ini biasanya hilang dalam hitungan menit setelah Anda berhenti melakukan aktivitas yang menimbulkan stres. Pada beberapa orang, khususnya pada wanita, rasa sakit ini mungkin juga menjalar hingga ke leher, lengan, hingga punggung.

Hanya saja, Anda perlu mengingat bahwa tidak semua nyeri dada adalah gejala jantung koroner. Nyeri dada akibat angina juga dapat disertai oleh gejala lainnya, seperti keringat dingin.

2. Keringat dingin dan mual

Ketika pembuluh darah menyempit, otot-otot jantung akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut iskemia. Kondisi ini akan memicu keluarnya keringat berlebih dan penyempitan pembuluh darah, yang kemudian muncul sebagai suatu sensasi yang sering dideskripsikan sebagai keringat dingin. Di sisi lain, iskemia juga dapat memicu reaksi mual dan muntah.

3. Serangan jantung

Serangan jantung ternyata menjadi salah satu gejala dari penyakit jantung koroner yang mungkin muncul. Arteri koroner yang tersumbat memang dapat menyebabkan serangan jantung. Salah satu gejala serangan jantung yang paling sering muncul adalah nyeri pada dada, lengan, atau bahu yang disertai dengan sesak napas dan keringat dingin.

Sayangnya, nyeri dada karena serangan jantung sering disalahartikan sebagai nyeri dada karena asam lambung naik menuju esofagus (heartburn). Maka itu, Anda juga perlu mengetahui beda nyeri dada serangan jantung dan heartburn agar tidak salah melakukan diagnosis dan penanganan.

Biasanya, gejala serangan jantung pada wanita tidak terlihat seperti masalah jantung, misalnya rasa sakit di leher atau rahang. Bahkan, serangan jantung bisa saja muncul tanpa gejala.

4. Gagal jantung

Selain serangan jantung, gagal jantung juga bisa menjadi ciri-ciri dari gejala penyakit jantung koroner. Mengapa demikian? Pasalnya, berdasarkan National Heart Service, jantung menjadi lebih lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Hal ini bisa menyebabkan penumpukan cairan pada paru-paru dan menyebabkan Anda semakin susah bernapas. Gagal jantung bisa terjadi secara tiba-tiba atau bertahap, yaitu berkembang seiring berjalannya waktu.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami beberapa tanda di atas, jangan diabaikan. Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

Jika Anda menduga bahwa gejala yang muncul adalah gejala dari penyakit jantung koroner, segera dapatkan bantuan medis. Semakin cepat Anda mendapatkan perawatan untuk mencegah serangan jantung, semakin baik kesempatan Anda bertahan hidup. [sta]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *